
Palopo – Demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Adha, personel Polres Palopo kembali melaksanakan penyisiran di sejumlah titik wilayah Kelurahan Pentojangan dan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan apel pengecekan pasukan yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Palopo, Kompol Jon Paerunan, di halaman Polsek Telluwanua.
Penyisiran difokuskan pada penertiban minuman keras tradisional jenis ballo yang kerap menjadi pemicu terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya perkelahian kelompok.
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan Polres Palopo bersama Brimob berhasil mengamankan sekitar 50 liter miras jenis ballo dari beberapa lokasi yang menjadi target operasi.
Wakapolres Palopo, Kompol Morens Dannari, turut terjun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya kegiatan penyisiran yang dilakukan oleh personel.
Selanjutnya pada malam hari Sekitar pukul 22.15 Wita, terjadi pertikaian antar kelompok pemuda di wilayah RW 03 dan RW 04, Kelurahan Pentojangan, tepatnya di Jalan Poros Salutete. Kedua kelompok terlibat tawuran dengan menggunakan berbagai jenis senjata, di antaranya senjata rakitan (papporo), senapan angin VCP, ketapel busur panah, hingga bom molotov.
Peristiwa tersebut bermula saat sekelompok pemuda dari RW 03 memasuki wilayah RW 04 sambil meledakkan senjata rakitan, yang kemudian memicu respons dari kelompok pemuda RW 04 hingga terjadi aksi saling serang dan pemblokiran jalan poros menggunakan papan serta meja kayu sebagai pelindung.
Mendapat laporan tersebut, personel gabungan Polres Palopo bersama Polsek Telluwanua yang dibackup BKO Brimob Batalyon D Pelopor langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Operasi penanganan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Kompol Jon Paerunan dengan membagi personel menjadi tiga tim untuk mengepung lokasi dari berbagai arah.
“Personel kami bagi menjadi tiga tim untuk mempersempit ruang gerak para pelaku. Ini merupakan langkah taktis agar situasi bisa segera dikendalikan tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Kompol Jon Paerunan.
Setibanya di lokasi, massa dari kedua kelompok langsung membubarkan diri. Namun, petugas sempat mendapatkan perlawanan berupa upaya penghalangan oleh sejumlah warga, termasuk kaum perempuan yang berusaha memprovokasi aparat.
Meski demikian, personel tetap melakukan penyisiran di wilayah RW 03 dan RW 04. Dari hasil operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku, dua di antaranya masih berusia di bawah umur.
Selain itu, sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya tiga buah papporo, tiga senjata rakitan dengan amunisi kelereng, empat butir amunisi senapan angin, serta paku yang digunakan sebagai amunisi papporo.
“Dari hasil penyisiran, kami berhasil mengamankan beberapa terduga pelaku beserta barang bukti. Saat ini seluruhnya telah dibawa ke Polres Palopo untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kompol Jon Paerunan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penyisiran dan penertiban akan terus dilakukan secara intensif, terutama menjelang hari besar keagamaan, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu kamtibmas. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” tambahnya.
Sekitar pukul 01.00 Wita, personel melaksanakan apel konsolidasi di perbatasan RW 03 dan RW 04. Hingga saat ini, personel Pos PAM Pentojangan bersama Satbrimob masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Situasi di wilayah tersebut dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.***






