
Palopo – Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (AMPUH) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo pada Jumat (08/05/2026).
Dalam aksinya, massa mempertanyakan lambannya proses penanganan kasus dugaan pemukulan yang melibatkan oknum Satpol PP.
Massa aksi juga menyoroti belum adanya tindak lanjut dari pihak kepolisian selama sepekan terakhir hingga terjadi miskomunikasi terkait pembayaran visum di Rumah Sakit Palammai Tandi Palopo.
Akibat persoalan tersebut, hasil visum disebut belum diberikan kepada pihak kepolisian sehingga memicu kekecewaan dari massa aksi.
Menanggapi tuntutan demonstran, Kasat Reskrim Polres Palopo IPTU Ridwan Parintak menegaskan bahwa perkara tersebut tetap berjalan dan tidak pernah diabaikan oleh penyidik.
“Kami tegaskan bahwa kasus ini tetap diproses secara transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tidak ada yang kami abaikan dan saat ini penyidik terus bekerja mengumpulkan keterangan serta alat bukti,” tegas IPTU Ridwan Parintak di hadapan massa aksi.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya langsung meminta korban dugaan pemukulan bersama sejumlah saksi untuk masuk ke ruang penyidik guna dimintai keterangan tambahan agar proses penyelidikan dapat berjalan maksimal.
“Kami meminta korban dan para saksi untuk memberikan keterangan secara lengkap kepada penyidik agar penanganan perkara ini bisa terang dan jelas,” lanjutnya.
Sementara itu, jalannya aksi demonstrasi berlangsung aman dan kondusif dengan pengamanan ketat dari personel Polres Palopo yang dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Jon Paerunan.
Petugas tampak melakukan pengawalan dan pengamanan selama aksi berlangsung guna memastikan situasi kamtibmas tetap terkendali di sekitar Mapolres Palopo.***






