
Palopo — Sejumlah remaja yang kerap meresahkan warga dengan permainan tembak-tembakan di jalan raya ditertibkan oleh personel Satlantas Polres Palopo, Minggu (15/3/2026).
Penertiban tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo usai pelaksanaan sholat subuh.
Saat melaksanakan patroli rutin, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih bermain tembak-tembakan di badan jalan.
Aksi tersebut dinilai dapat mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, terutama pada waktu subuh saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.
Sebagai bentuk pembinaan di tempat, personel Satlantas memberikan hukuman fisik berupa Squat Jump kepada para remaja tersebut agar menimbulkan efek jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki mengatakan, tindakan pembinaan tersebut merupakan langkah yang diambil kepolisian untuk menekan aktivitas remaja yang kerap meresahkan masyarakat.
“Permainan tembak-tembakan di jalan raya ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu pengguna jalan lainnya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Marsuki.
Ia menjelaskan bahwa pemberian hukuman fisik berupa Squat Jump dilakukan sebagai bentuk pembinaan agar para remaja tersebut menyadari kesalahannya.
“Kami berharap dengan pembinaan ini para remaja bisa jera dan tidak lagi melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
AKP Marsuki juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu dini hari hingga pagi hari.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi sehingga situasi kamtibmas di Kota Palopo tetap aman dan kondusif,” tutupnya.***






