
Palopo – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan hutan pinggir jalan KM 16, Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 22.40 WITA.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Lurah Battang, Rahman, bersama sejumlah warga yang sedang berada di sekitar lokasi. Mereka melihat asap tebal yang kemudian disusul kobaran api dari kawasan hutan di pinggir jalan.
Melihat kondisi tersebut, Lurah Battang bersama warga setempat langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya serta air dari rumah-rumah warga. Berkat kesigapan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WITA.
Namun, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 10.05 WITA, warga kembali melihat adanya sisa asap dari lokasi kebakaran. Piket gabungan fungsi Polsek Wara dan Polres Palopo kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Petugas bersama masyarakat dan satu unit mobil pemadam kebakaran melakukan pemadaman secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat kembali membesar. Sekitar pukul 11.30 WITA, api dan asap berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 20 x 15 meter.
Lurah Battang, Rahman, mengapresiasi respons cepat warga dan petugas dalam menangani kebakaran tersebut.
“Begitu melihat asap dan kobaran api, kami bersama warga langsung berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Kami juga terus memantau lokasi karena kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki mengatakan, berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang oleh pengendara yang melintas. Puntung rokok diduga membakar rumput, daun dan ranting kering yang berada di kawasan tersebut.
“Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara. Kondisi rumput, daun dan ranting yang kering, ditambah cuaca panas serta angin kencang, menyebabkan api dengan cepat membesar dan merambat,” kata AKP Marsuki.
AKP Marsuki menegaskan, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan, untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran saat membersihkan maupun membuka lahan kebun, terlebih saat memasuki musim kemarau yang membuat vegetasi mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan hindari melakukan pembakaran lahan, karena api sangat mudah merambat dalam kondisi kering. Jika menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait,” pungkasnya.
Polres Palopo bersama jajaran Polsek terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla selama musim kemarau. Sinergitas antara kepolisian, pemerintah kelurahan, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan lingkungan.***






