
Personel pengamanan gabungan dari Polres Palopo bersama BKO Brimob melakukan tindakan preventif dengan menyisir wilayah rawan pertikaian pemuda di Jalan Poros Salutete, perbatasan RW 03 dan RW 04, Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Kamis (22/10/2026) malam.
Langkah tegas ini diambil guna mengantisipasi aksi pertikaian lanjutan dan meredam provokasi antar-kelompok pemuda yang sempat memanas dengan keterlibatan senjata rakitan jenis papporo, senapan angin VCP, hingga ketapel busur.
Sekitar pukul 20.55 WITA, sempat terdengar suara dentuman senjata rakitan jenis papporo sebanyak lima kali dari arah persawahan RW 04. Namun, berkat ketenangan warga dan kesiapsiagaan petugas di lapangan, kelompok pemuda dari RW 03 tidak terpancing oleh provokasi tersebut.
Merespons situasi tersebut, Kapolsek Telluwanua AKP H. Anwar bersama Kasat Intelkam AKP Suwardi dan Kasat Sabhara Iptu Amsal Pammase membagi kekuatan personel untuk melakukan penyisiran taktis guna memecah konsentrasi massa.
Operasi penyisiran dimulai pukul 21.48 WITA dengan menyisir wilayah RW 03 menuju RW 04, jembatan gantung, hingga ke area pemakaman umum. Secara bersamaan, tim lain bergerak dari arah Puringan untuk mengunci pergerakan kelompok pemuda. Selama penyisiran berlangsung, tidak ditemukan pergerakan massa yang mencurigakan.
Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 23.35 WITA, petugas melanjutkan patroli dialogis dan penyekatan Jalur Poros Salubattang hingga perbatasan Puringan, yang kerap disinyalir menjadi jalur melintasnya kelompok pemuda dari luar daerah. Di titik perbatasan, tim gabungan turut berkoordinasi dengan personel Pengamanan Batas Kota Palopo-Luwu dari Polsek Walenrang.
Kapolsek Telluwanua, AKP H. Anwar, mengonfirmasi bahwa berkat langkah cepat dan persuasif dari tim gabungan, situasi di lokasi kejadian dapat terkendali sepenuhnya.
“Penyisiran dan patroli skala besar ini merupakan langkah preventif kami untuk memastikan kondusivitas wilayah. Hingga tengah malam, situasi di Kelurahan Pentojangan aman dan sangat kondusif,” ungkap AKP H. Anwar dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan para tokoh pemuda setempat untuk tetap menahan diri serta menyerahkan penanganan keamanan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.






